Sihir Kata


mengenang 13 tahun “seribu puisi”


KURNIA EFFENDI – atau yang biasa saya sapa Mas Didi, seorang sahabat yang istimewa buat saya. Bukan sekadar karena persahabatan kami yang begitu awet – hampir 3 dekade. Tapi karena di tahun-tahun persahabatan yang demikian panjang itu, ada karya ‘monumental’ yang menandai hubungan kami.


sepanjang losari


(Surat untuk Kurnia Effendi)

 
APA kabar, Mas? Lama kita gak saling menyapa. Meski demikian, kurasa, kita gak pernah sungguh-sungguh menjauh. Buktinya, menjelang 30 Juli lalu, aku tetap ingat bahwa ada sebuah hari yang pernah kita beri tanda - yang rasanya akan tetap kukenang jejaknya sampai kapanpun. Sebuah ‘monumen’ yang menandai hubungan kita: persahabatan yang indah, tulus, […]


Jejak


Oleh Kurnia Effendi
(dari http://www.sepanjangbraga.blogspot.com)
Nana, seandainya sebelas tahun yang lalu kita lebih awal berjalan menuju Benteng Fort Rotterdam, mungkin aku tak perlu mengulangi kunjungan hari ini sengan serius. Bertahun-tahun setelah itu tak pernah benar-benar sempat kumasuki tilas Kerajaan Gowa di abad 16 yang kemudian direbut oleh Belanda tahun 1667 di masa Gubernur Jenderal Cornelis Speelman. Rumah-rumah […]

Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa. Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it!

 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]