(Novelet Remaja) - Oleh Ryana Mustamin
Dan pagi tadi, Zaza masih menangis di kamar mandi. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hatinya serawan ini. Seperti diiris-iris. Di bath tup, ia membiarkan shower terus memuncratkan air, membasuh wajahnya. Meluruhkan bulir-bulir air matanya. Berkali-kali ia menyusutnya, dan berkali-kali pula ia mengintipnya di cermin. Apakah matanya sembab? Apakah Lala […]
(Novelet Remaja) - Oleh Ryana Mustamin
Kendati demikian, diam-diam ada penyesalan bersemayam di dada Zaza. Toh, semalam Lala sebetulnya sudah menawarkan jasa agar si Kriwil itu mengantarnya saat dia mengutarakan niat akan berkunjung ke The Peak. Ya, kalau saja ia tak menolak ditemani, kalau saja cowok itu ikut bersamanya di sini – berduaan di pucuk Peak […]
(Novelet Remaja) - Oleh Ryana Mustamin
“WHO is there?” Zaza berteriak tertahan.
Tak ada jawaban. Kecuali sisa gema teriakannya yang mendengung. Tak terlalu panjang, namun serupa lolongan, yang kemudian berujung dalam bisu pada detik ke sekian.
SEBAGIAN besar turis yang mengunjungi Hong Kong pertama kali, dipastikan akan menyempatkan diri melongok Shenzhen. Kota ini berbatasan dengan bagian utara wilayah Hong Kong, dan mudah dicapai dengan bus atau kereta api. Anda hanya perlu merogoh kocek 150 dollar Hong Kong untuk membayar visa.

