Spirit of Life


ternyata bukan yang terakhir (3)


SEBERAPA menyeramkan sebetulnya meja bedah? Sebagian besar orang yang pernah saya jumpai bergidik jika mendengar atau menyinggung tentang ini. Jangankan terbaring di meja bedah - yang sekelilingnya dipenuhi peralatan yang jika diguratkan ke tubuh nyaris semuanya melukai; kak Ani - kakak saya, bahkan sangat takut pada jarum suntuk. Wajahnya selalu pucat tiap kali dihadapkan pada […]


ternyata bukan yang terakhir (2)


ADENOMIOSIS UTERUS. Ini kosa kata baru dalam kehidupan saya. Sebelumnya saya akrab dengan kata tumor mammae, endometriosis, dan mioma uteri. Dibandingkan istilah umum kanker jinak, saya lebih ‘menyukai’ terminologi “endometriosis” dan “adenomiosis” yang digunakan langsung dunia kedokteran ini. Selain spesifik dan memicu keingintahuan, istilah itu juga tidak terdengar ‘menyeramkan’ seperti ketika mendengar  kata ‘kanker’. 
Di […]


ternyata bukan yang terakhir (1)


SEBETULNYA, saya gak pernah berharap akan menuliskan kisah ini. Karena pada catatan sebelumnya, saya sudah berdoa dan berharap, “Cukup, ini yang terakhir!”  (http://www.ryanamustamin.com/2008/03/cukup-ini-yang-terakhir/). Tapi Tuhan ternyata berkehendak lain. Saking cintanya pada saya, Allah kembali menguji saya. Ya, Sabtu 18 April 2009 lalu, saya menjalani tindakan medis operatif untuk ke-4 kalinya di Rumah Sakit YPK Menteng, […]


Cukup, Ini yang Terakhir!


PEKAN lalu saya berkonsultasi dengan dokter perusahaan. Saya curiga ada yang tidak beres dalam tubuh saya. Belakangan saya gampang terhuyung, lelah dan ngantuk. Lalu, yang sedikit mencemaskan, hari-hari ini saya makin sering merasakan nyeri di perut.
Oleh Dr. Firman Boerma, saya malah diminta untuk general check-up. Jadilah Senin lalu (10/3) saya ke laboratorium rumah sakit MMC. […]

Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa. Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it!

 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]