Sihir Kata


dongeng buat anil


Pengantar:

Ini salah satu cerpen yang saya buat ketika masih remaja. Dimuat di Majalah Anita Cemerlang (tahun 1988-1989?). Saya dedikasikan untuk ‘Anil Hukma’ - seorang sahabat saya yang juga penyair. Isi cerpen tentu saja tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi Anil - meski beberapa bagian cerpen ini inspirasinya dari Anil. Cerpen ini sekadar buah imajinasi, dan […]


kereta telah tiba dan kini ke mana hendak pergi (lagi)?


(disunting dari Milis “Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com”, 6 Agustus 2008, posting Sigit Susanto - Moderator)

*Menulis adalah kemalasan yang menyibukan (Goethe).


Cinta Telah Berdebu


Sore ini mestinya milik kita, Sasha
Tapi laut menculik mentari dari pelukan
Cakrawala memias tanpa rona
Camar-camar menjauh, menyisakan sunyi
Juga langit yang muram
Ujungpandang, September 1988


Bayang-bayang Oeken


INI adalah cover Majalah “Ceria” – sebuah majalah sastra remaja (hanya berisi cerpen dan puisi). Saya temukan secara tidak sengaja dalam file-file lama saya (saya heran mengapa waktu itu kepikiran memotretnya).
 


Rahasia Hati Utari


Happy birthday to you.
Happy birthday to you.
Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you…


Dahaga


AKU lupa sejak kapan persisnya sosok itu rajin datang. Sosok yang begitu akrab, seperti berasal dari masa lalu. Mula-mula, aku mengabaikannya. Karena tidak terlalu mengganggu. Sosok itu hanya kerap bertandang ke kamarku. Berdiri di sudut ruang, mengawasi diam-diam.
Namun belakangan, ia merimba di mana-mana, menguntit bagai bayang-bayang di bawah matahari. Sesekali ia bersuara. Nadanya pelan, kalimatnya […]


Napak Tilas


SEPERTI film yang diputar ulang, kejadian itu selalu berulang: suara benturan keras yang memekakkan telinga, teriakan histeris, percik api, pecahan kaca, bau hangus dan amis, derap kaki berlarian, jeritan tangis, rintihan pilu. Semua berlangsung begitu cepat.
Di tengah histeria itu, instingnya menuntunnya ke suatu tempat, dan menemukan wajah yang dicarinya. Terjepit di antara gerbong - dengan […]

Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa. Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it!

 

calo

December 15th, 2008

DI MUSIM-musim menjelang pemilu, calo-calo gentayangan. Mereka hadir dengan aneka wajah. Dari yang ramah hingga yang sangar. Dari yang berwajah manis, hingga berwajah sadis. Mula-mula, kami - saya dan suami - bertemu mereka di sebuah restoran fast food di kawasan Blok M, Jakarta. Mereka bertujuh. Tanpa ba bi bu, langsung menghenyakkan pantat di kursi yang […]

hari ini

November 26th, 2008

SUDAH lama saya tidak menyaksikan Jakarta dalam suasana ngungun, seperti hari ini. Sepanjang pagi hingga sore, hujan turun. Gedung-gedung jangkung yang biasanya tampak angkuh, kini menggigil. Langit yang biasanya keperakan, berubah pucat kelabu. Sepanjang Sudirman, jalanan memang macet. Tapi dari ketinggian lantai 19 Wisma Bumiputera, saya hanya menangkap senyap - kendaraan di bawah sana beringsut […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]