Nine to Six

cadangan premi kami besar…

July 16th, 2009


KALIMAT di atas terlontar dari agen asuransi saat berusaha meyakinkan saya menjadi pemegang polis di perusahaannya. “Tidak perlu khawatir!” sambungnya. “Perusahaan kami kuat, tidak pernah wanprestasi membayar klaim!”

Tentu bukan karena cadangan premi yang besar! Tukas saya membatin, geli.

Bisa jadi Anda punya pengalaman serupa – lantas percaya perusahaan asuransi memiliki kekuatan finansial kuat lantaran cadangan preminya besar. Bukan salah Anda, tentu. Karena tidak semua orang punya latar pengetahuan akuntansi – khususnya untuk perusahaan asuransi.

Bagi masyarakat awam, kata “cadangan” memang bisa mengecoh. Apalagi jika istilah itu digandeng dengan kata “premi” – yakni jumlah uang yang dibayarkan pemegang polis ke perusahaan asuransi agar pertanggungannya ter-cover. Mendengar kata “cadangan”, asosiasi saya langsung terhubung ke sumber daya yang tersedia – seperti cadangan minyak bumi dan gas di negeri kita. Ya, cadangan premi secara gegabah sering dimaknai sebagai “tabungan” perusahaan asuransi. Padahal, asal tahu aja, premi yang diterima perusahaan asuransi tidak sekadar ditabung atau didiamkan di lemari besi. Melainkan ‘diputar’ di outlet-outlet investasi, yang tentu tidak lepas dari pelbagai risiko.

Nah, mengingat kontrak asuransi umumnya berdurasi panjang, tak ada salahnya mempelajari prinsip laporan keuangan mereka secara general. Seperti neraca umumnya, laporan keuangan perusahaan asuransi juga terdiri atas elemen aktiva dan pasiva. Aktiva adalah apa yang dimiliki perusahaan (assets), sementara pasiva adalah apa yang menjadi kewajiban/utang perusahaan (liabilities).

Cadangan premi ada di mana? Jangan keliru, ternyata ada di kelompok pasiva alias utang. Cadangan premi menunjukkan jumlah kewajiban yang harus dibayar perusahaan asuransi kepada pemegang polis saat jatuh tempo/terjadi klaim. Dengan demikian, cadangan premi berarti besaran risiko yang ditanggung sebuah perusahaan asuransi.

Di asuransi jiwa, cadangan premi umumnya merupakan total uang pertanggungan - biasanya gabungan pengembalian premi plus bunga netto di masa depan. Besarannya kira-kira setara dengan 90% pasiva perusahaan.

Sementara di asuransi umum, selain cadangan premi, dikenal juga cadangan kerugian dan cadangan sukarela. Cadangan premi jumlahnya sebesar premi bruto. Sementara cadangan kerugian menunjukkan taksiran kewajiban perusahaan asuransi untuk klaim dan biaya klaim pada tanggal penilaian. Cadangan untuk pajak, deviden, dan dana untuk kebutuhan darurat, adalah beberapa jenis cadangan sukarela.

Apakah cadangan premi bisa mengindikasikan kredibilitas perusahaan? Sedikitnya, ya. Karena itu menunjukkan besarnya portofolio/polis yang ditanggung perusahaan. Hanya, perusahaan asuransi yang mayoritas menjual produk unit-link, biasanya memiliki cadangan premi relatif rendah, meski perolehan preminya tinggi. Pasalnya, risiko produk jenis ini sebagian besar ditanggung pemegang polis sendiri, dan hanya sebagian kecil dikelola sebagai premi risiko. Karena itu jika terjadi kegagalan investasi, penjual unit-link umumnya tidak sampai merugi berdarah-darah. Anda pun selayaknya tidak perlu senewen jika menemukan unit-link Anda tiba-tiba anjlok nilainya.

Lantas, bagaimana menilai kekuatan perusahaan asuransi dari sisi finansial? Saat ini, Anda bisa mencermati rasio tingkat solvabilitas pada perusahaan perseroan terbatas, dan rasio tingkat likuiditas pada perusahaan berbentuk usaha bersama (mutual). Tentu, tanpa mengabaikan pertimbangan atas kekuatan-kekuatan lainnya. Nah, jangan sampai terkecoh, ya …! ***

(kolom saya di majalah INFOBANK edisi 364 - juli 2009, halaman 82)

Discussion

No comments for “cadangan premi kami besar…”

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]