1.
kukira aku tak perlu tidur sedini ini
secarik memo di sudut bantal tak menyampaikan pesan mimpi
langit petang justru mengirimkan aroma losari
dan nafasmu menguar di sekitarnya
: sungguh engkau kembali di sini, abang?
2.
antara sejumlah ragu
kuhela angin untuk menerbangkan sukmaku
layaknya pencarian kekasih berabad lampau
aku sumringah memergoki jejakmu tertinggal di elevator
malam memang selalu penuh janji, abang
dan akankah engkau menebusnya?
3.
biarkan saja lampu-lampu dipadamkan di lobby
biarkan saja gerobak berlalu menanggalkan ngelangut di pantai
kurasa aku memang (benar-benar) tidak ingin lelap secepat ini
karena ada yang senantiasa menemaniku jaga sepanjang malam
: mercusuar yang terapung di laut
dan kerinduan kita untuk memuisi dan memuasi rindu
1996


Aku terkesan!