Sihir Kata

tamu di 401, hotel radisson

March 17th, 2009


1.
kukira aku tak perlu tidur sedini ini
secarik memo di sudut bantal tak menyampaikan pesan mimpi
langit petang justru mengirimkan aroma losari
dan nafasmu menguar di sekitarnya
: sungguh engkau kembali di sini, abang?

2.
antara sejumlah ragu
kuhela angin untuk menerbangkan sukmaku
layaknya pencarian kekasih berabad lampau
aku sumringah memergoki jejakmu tertinggal di elevator
malam memang selalu penuh janji, abang
dan akankah engkau menebusnya?

3.
biarkan saja lampu-lampu dipadamkan di lobby
biarkan saja gerobak berlalu menanggalkan ngelangut di pantai
kurasa aku memang (benar-benar) tidak ingin lelap secepat ini
karena ada yang senantiasa menemaniku jaga sepanjang malam
: mercusuar yang terapung di laut
dan kerinduan kita untuk memuisi dan memuasi rindu

 
1996

Discussion

One comment for “tamu di 401, hotel radisson”

  1. Aku terkesan!

    Posted by Dedes Sudiyanto | March 22, 2009, 1:07 pm

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]