Sihir Kata

pentas luka

March 10th, 2009


sejarah telah lama dikemas ketika waktu menyelundupkan kesaksian yang luka
seekor kelelawar memandangnya dengan termangu dari jendela masa silam
di langit-langit, usia mewariskan jubah kelabu
panggung menjelma belukar pintalan laba-laba
sekelompok kecoak telah selesai mendirikan rumah terakhir

di sinilah potongan rindu itu kau letakkan
di bawah debu berlapis-lapis dan jejak yang demikian halus
aku terkesima memergoki serpihan perasaanyang masih hangat meleleh
serasa lampu-lampu dinyalakan kembali
dan orang-orang terkesima menyimak tubuhmu meliuk hening di pentas
sementara di luar pintu, aku tebiar di antara lalu lalang penonton

dan kini aku terjaga, namun kesaksian telah habis dicabik ngengat
darah menetes dari sudut mata kita
langit menyimpan peluh, bulan memendam nanah
di panggung, tirai telah diturunkan kembali
aku meloncat, dan memulai menisiki episode yang koyak
melengkapi hitungan luka

meski di agenda, sejarah kita telah pupus
benar-benar pupus
1997

Discussion

No comments for “pentas luka”

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]