Jagad

hari ini ayah ulang tahun

December 12th, 2008


AYAH makin gede dong? Padahal, sekarang aja, ayah jauuuhhh lebih gede dibanding saya. Tinggi badan saya belum mencapai pinggang ayah.Bulan lalu, saya ulang tahun, dan ibu berkali-kali bilang, “Jagoan ibu udah gede!” Dan sekarang ayah juga ulang tahun: berarti ayah lebih gede lagi dong? Jadi, kapan saya bisa segede ayah?

“Kalau Mas Sakti mau segede ayah, harus makan banyak!” begitu biasanya ibu menasihati (padahal ayah makannya lebih banyak lagi! hiks).

Oya, saya mau cerita tentang ayah yang ulang tahun hari ini. Tahu gak sih, saya ama ibu suka bingung mau ngasih kado apa buat ayah. Kalau buat saya ‘kan, ayah selalu tahu apa yang saya inginkan. Mau apa aja, pasti dikasih ama ayah. Ayah itu orang paling baik se dunia. Gak pernah marah. Sabar nungguin saya bermain seharian, atau muterin toko mainan, pilih sana pilih sini, pencet sana pencet sini. Ayah juga gak ngomel kalo saya rewel, meski saya minta gendong seharian. Secapek apapun ayah.

Ayah juga gak pernah marah tuh sama ibu. Sikap ayah ke ibu sama dengan sikap ayah ke saya. Ibu juga suka ngalem sama ayah. Kalau ibu belanja ke mall, biasanya ‘kan lama tuh. Muter-muter gak juntrung. Boro-boro ayah ngomel. Ayah biasanya malah ngajak saya main. Biar ibu bebas belanja sepuasnya. Ayah juga sabar ngantarin ibu ke mana-mana - karena ibu suka sakit perut, ibu gak boleh nyupir dan sekarang gak punya supir. Pokoknya, ayah pengertian banget. Paling top deh.

Tapi, ngomong-ngomong, ngasih kado apa ya ke ayah? Kalau sesuatu yang dibeli, ayah kayaknya gak butuh apa-apa deh. Lagian, kalau butuh, ayah pasti udah beli jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi saya dan ibu ‘kan mau ngasih sesuatu yang istimewa buat ayah. Ngasih doa dan ciuman? Akh, tiap hari saya mencium dan berdoa buat ayah. Masak sesuatu yang istimewa? Ah, masakan ibu gak enak (ayah ‘kan lebih jago masak dibanding ibu, ibu payah nih …!).

Terus apa dong? Pokoknya, sampai ayah membaca catatan ini, saya dan ibu masih aja bingung mau ngasih kado apa di ulang tahun ayah hari ini.

Ayah, Sakti ama ibu gak kreatif nih. Tapi ayah harus tahu bahwa kami sayaannngggg sekali sama ayah. Bangggaaaa sekali sama ayah. Kami senantiasa berdoa agar ayah sehat dan panjang umur. Kelak masih bisa menyaksikan Sakti tumbuh segede ayah, setinggi ayah. Selamat ulang tahun, ayah! We love u, ayah. Semoga Allah selalu menjaga ayah, di mana pun, kapan pun. Amin.

Discussion

2 comments for “hari ini ayah ulang tahun”

  1. Saya suka baca tulisan Kak Ryana yang dikemas dalam perspektif Mas Sakti ini.. Saya juga bikin tulisan yg agak mirip di blog saya, cerita untuk anak kami yg insya Allah akan lahir pada sekira akhir Februari 2010 nanti. Mampir ke blogku ya, Kak..

    –ochan-
    Kosmik E31197058

    Posted by ochan | January 8, 2010, 7:06 pm
  2. @ochan: terima kasih karena sudah mampir di sini. sayangnya, saya gak punya kedisiplinan yang kuat untuk mencatat perjalanan sakti. padahal banyak hal menarik yang bisa ditulis dan dikenangnya nanti saat dewasa. ok, alamat blog ochan kok gak dicantumkan di sini?

    Posted by Ryana Mustamin | March 31, 2010, 12:26 am

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]