Sihir Kata

GA 227, solo - jakarta

November 6th, 2008


GA 227, Solo - Jakarta (1)

mungkin ibu lupa pada adonan tart-nya
hingga kembang gula krim meluber menyegala arah
tapi siapa yang menumpahkan kopi,
hingga dapur di balik jendela meruah jelaga?

GA 227, Solo - Jakarta (2)

gemuruh guruh
melenting riuh
tak jelas benar
di dalam atau di luar
atau justru di bilik dada

GA 227, Solo - Jakarta (3)

suaramu masih kusimpan
sesaat sebelum pintu terkatup
kerap kubayangkan
andai suara itu bersemayam di kabin

GA 227, Solo - Jakarta (4)

“ibu, sakti takut kilat dan petir,” kata anakku
“mari berhitung, sayang!” ajakku

alangkah jauh jarak keduanya
karena hitungan sakti mencapai tujuh

tapi di sini
kami bahkan tak sempat berhitung

GA 227, Solo - Jakarta (5)

mengapa tiba-tiba kurindukan cahaya
ketika kabin diharuskan gulita
gulung gemawan terlampau terjal
hingga pendakian tak ingin usai

: di seberang pandangan, lelaki itu terus saja melafaz doa

Discussion

3 comments for “GA 227, solo - jakarta”

  1. merinding ……

    Posted by Prasetya M. Brata | November 15, 2008, 1:11 pm
  2. I just wanted to say I like your blog, I think it looks great.

    Posted by Allison Sellers | November 20, 2008, 8:31 pm
  3. @ mas prass,
    pasti lebih merinding lagi kalo dengar kisah lengkapnya. nanti kalo ketemu mas carry, tanyain deh. soalnya kita 1 pesawat.

    @ allison,
    thanks 4 your attention.

    Posted by Ryana Mustamin | November 27, 2008, 6:26 am

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]