Jagad

kata ayah, dinosaurus itu boneka

July 8th, 2008


SUDAH lama saya penasaran pengen nonton dinosaurus. Sejak liat di tivi. Tapi ibu bilang, saya harus sembuh dulu. Beberapa hari ini, saya memang demam dan batuk. Minggu lalu, malah diare. Aduh, kok badan sampai gak mau kompromi sih.

Padahal, saya denger beberapa kali, Oom Eddy - sahabat ayah dan ibu, beberapa kali nelpon ibu. Oom Eddy ini yang ndatangin dino dari Amerika. Kata ibu, si Oom nanyain, Sakti maunya nonton kapan? Ibu selalu njawab, “Nanti, nanti. Kalau Sakti udah sembuh!”

Sabtu pagi, 5 Juli, bareng ayah ama ibu, saya ke bandara jemput Tante Uya. Di perjalanan pulang, Oom Eddy nelpon lagi. Terus ibu bilang, “Insya Allah, sore ini ke Dino!” Aduh, senengnya. Akhirnya kesampaian deh.

Ibu lalu nelpon keluarga yang lain. Adik Yngwie bakal ikut. Tapi Mas Janu belum tentu bisa. Om Dinda bilang ada kondangan (kasian Mas Janu ya, sampai gak bisa nonton dino gara-gara kondangan. Padahal, buat kita-kita yang batita, apa enaknya sih kondangan?). Adik Lala dan Caca juga gak bisa, Oom Valent katanya demam (kok ikut-ikut demam sih, Oom!). Oom Tanto juga batal ikut.

Akhirnya kita cuma ber-9. Eyang, saya + ibu/ayah, adik Yngwie + Oom Mudya/Tante Tri, Tante Ayu, dan Tante Uya.

Tiba di arena, di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Senayan, ibu langsung nelpon Oom Eddy. Hanya beberapa menit, oom Eddy udah nongol dengan 9 ticket di tangan.

Eh, di sini ternyata gak sekadar liat dinosaurus lho. Ada banyak mainan yang disiapin. Ada Dino Train - itu lho kereta-keretaan dengan lokomotif kepala triceratops. Lalu ada juga Dino Movie. Katanya sih 3D - tapi kita gak nonton tuh. Terus ada Dino Simulator - iih banyak orang gede yang ikutan nyoba. Apa gak rusak mainannya? Yang bercita-cita jadi Arkeolog juga boleh tuh bermain di Fossil Dig - ini bak pasir yang diisi tulang-tulang dinosaurus. Tugas kita nggali pasir buat nemuin fosil dino.

Terus ada juga studio SCTV di mana pengunjung bisa nyoba bergaya jadi presenter berita. Pake direkam segala lho. Dengan bayar 30rb perak, rekamannya bisa dibawa pulang. Di luar tenda ada beberapa permainan inflatables, ada food park yang jualan aneka makanan dan minuman. Ada juga flying fox di deket food park.

Tapi yang paling seru ya, tentu saja Taman Jurrasic-nya. Ada banyak jenis Dino di sini. Sampai gak hapal - abis susah sih nyebut namanya. Tapi ibu bilang, dino-nya ada di buku saya di rumah. Nanti kalo udah gede dikit, belajar sendiri jenis-jenis dino seperti Tyranosaurus Rex, Apatosaurus, Megasaurus, Triceratops, Camarasaurus, Allosaurus, Stegosaurus, Ankylosaurus, Suchomimus, Dimetrodon, Lamberasaurids, dan Raptor.

Tapi ada lho dinonya yang gede banget. Kata ibu, ini jenis Apatosaurus. Tinggi badannya 11 meter dan panjangnya 21 meter. Waktu kepala dan ekornya bergerak-gerak, saya sampai takut. Sampai mencengkeram bahu ayah kuat-kuat (ssstt … karena gak kuat jalan, saya digendong ayah lho! Hiks). Saya juga takut liat yang jenis T-Rex. Taringnya banyak - gede, runcing dan tajam. Iiiihhhh, serem!

Tapi ayah bilang, Sakti gak boleh takut. Itu bukan dino beneran. Itu boneka gede. Namanya robot. Masa’ sih? Sampai sekarang, saya belum percaya lho kalau itu boneka …. ***

Discussion

9 comments for “kata ayah, dinosaurus itu boneka”

  1. Iyaaaaa… Dino-nya seruuuu banget. Yngwie tadinya sempet takut juga (makanya digendong juga sm papa…hehe), kan gelap, tuh… trus suaranya sereeemmm. Tapi pas udah di luar, Yngwie pengen masuk lagi sama Mama, eh, pintu masuknya salah… hihihi. Pulangnya, Yngwie cerita ke YangTi, Dino-nya bo’ongan, robot, tapi gedeeee! Tapi Yngwie seneng banget, makasih ya buat Mas Sakti, Pakde, Bude yang udah ngajakin. Kapan-kapan janjian lagi ya… main bareng :)

    Posted by yngwie | July 10, 2008, 6:26 am
  2. Saya jg nonton Dino loh!Meskipun udah gede, saya ga mau ketingalan. Seruu!tempatnya aja kaya’ masuk gua di hutan2.Trus suaranya “auuum…auumm…”Kirain mau makan orang. Hik! Jagad takut yah? Tapi sy yakin, jagad pura2 takut. Padahal sebenarnya capek jalan kan? Biar bs digendong ama ayah. Yeeh,…ayah ketipu!

    Posted by Ayu Kencana | July 10, 2008, 6:27 pm
  3. Saya jg nonton Dino loh! Dino Sidin … hehehe

    Posted by Valent Mustamin | July 18, 2008, 7:04 am
  4. makasih ya dah pada nonton Dino Sidin, ahh kacau tuh yg ngrusak nama padahal pengen tuuuhhh

    Posted by eddy ss | July 20, 2008, 6:16 am
  5. hahaha. pengen sih nggak, tapi kebelet. sayang si kecil lagi sakit. jadinya ga ikutan deh. padahal kemarin tuh dah beli tiket 10 biji, ga ada yang kepake akhirnya (… zzzzzz)

    Posted by Valent Mustamin | July 21, 2008, 6:37 am
  6. oom eddy, lewat ibu, sakti ngucapin makasih ya oom, untuk ticket-nya. sakti seneeengggg banget nonton dino. berikutnya mau ndatangin apa lagi, oom?

    Posted by Ryana Mustamin | July 21, 2008, 10:21 am
  7. oom eddy, berikutnya mau ada project apa lagi, oom? — terserah yang mo datang siapa …, yg penting projectnya ;)) –

    Posted by Valent Mustamin | July 21, 2008, 5:06 pm
  8. hahaha, insya allah STING.
    keren banget kan?

    Posted by eddy ss | July 29, 2008, 3:03 pm
  9. allah bg

    Posted by chintia | May 17, 2010, 8:47 am

Post a comment

" Tidak semua peristiwa di sini berbilang istimewa. Ada yang bahkan sangat biasa.
Tapi, kalau kemudian saya mengabadikannya, semata untuk mengguratkan jejak. So? Enjoy it! "



Ryana Mustamin
Tentang Saya
 

maaf lahir batin

September 18th, 2009

 
 
 
selamat idul fitri 1430 h
minal aidin wal faidzin
 
Ryana Mustamin & Keluarga
 
 
 
 
 

membaca pilpres dengan teori pasar

July 19th, 2009

TIDAK ada persaingan yang sempurna. Apalagi dalam urusan pemilihan presiden (pilpres). Seumpama pasar, persaingan sempurna hanya dapat terpenuhi jika kriteria berikut terpenuhi: berlangsung di satu pasar yang terpusat, produk yang homogen, biaya transaksi dan transportasi yang rendah, komunikasi yang seketika (instant), cukup banyak pelaku pasar yang bisa memastikan bahwa tidak seorang pun dapat mempengaruhi harga […]

saya nge-blog karena saya ada

October 27th, 2008

(Sebuah catatan menandai Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2008)

“SAYA menulis karena saya ada.”
Kalimat itu Anda pergoki begitu terhubung ke blog ini. Kalimat yang saya pinjam dan adaptasi dari seorang filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650), “saya berpikir karena saya ada”. Sederhana namun dalam.
Kendati tidak berpretensi menjadi filsuf, tapi seperti itulah dalih saya mengapa nge-blog. Karena saya […]