SEKITAR jam 18.00 petang, Jumat 25 Januari lalu, saya sudah menyusuri bibir pantai di Ancol, Jakarta Utara. Bertiga - dengan suami dan Mbak Prim, salah seorang staf saya di kantor - kami menyusur hingga ke ujung paling timur: ke Jimbaran Resto.
“Nggak ada tempat yang lebih jauh lagi?” Dua hari lalu saya sudah menggoda Debie Wijaya - sang punya hajat. Debie adalah salah seorang direktur muda di asuransi ACA. Tahun 2007 lalu, ia didaulat menjadi Ketua Panitia Insurance Day yang jatuh pada 18 Oktober 2007 silam. Saya sendiri menempati pos panitia Bidang Komunikasi.
“Pokoknya Mbak Ana harus datang. Saya akan jemput kalau nggak mau bawa kendaraan sendiri!” tukasnya cepat.
Saya tertawa. Masalahnya mungkin bukan di saya. Tapi bagaimana dengan teman-teman panitia lain - yang mungkin tidak membawa kendaraan? Padahal acara yang bakal digelar ini pasti berakhir larut malam - dan di ujung Jakarta Utara pula!
Acara besutan Debie ini bertajuk “Pembubaran Panitia Insurance Day 2007″. Karena Jimbaran Resto yang dipilih, dibuatlah tema pantai yang dipadu dengan Bali. Di pintu masuk, panitia sudah menyelipkan sekuntum bunga kamboja di atas kuping kiri. Juga memasangkan semacam topi khas Bali.
Acara diawali dengan dinner. Pilihan menunya, harus saya akui, bener-bener menggoda. Mungkin karena saya pecinta berat seafood. Ada Tom Yang Goong, ada Kepiting Lada Hitam, ada Ikan Asam Manis. Atau beberapa menu yang memang khas Jimbaran Resto, seperti Nasi Campur Wardani, Ayam Betutu, atau Uraban Bali. Hmm… Sayang, setelah saya icip-icip, alamakkk … alangkah pedasnya!
Sambil makan, saya menyaksikan satu-satu panitia bermunculan. Ada yang taat dresscode (busana pantai), ada yang cuek aja - seperti saya (susah ngbayangin pake baju pantai di malam hari! Yang ada, bisa-bisa saya masuk angin!). Di antara tamu itu, ada beberapa yang tidak saya kenal. Usut punya usut, mereka ternyata calon panitia tahun depan. Saya bahkan sempat berkenalan dengan calon Ketua Panitia Insurance Day 2008, Boyke Lukman (dari ABAI), tepat di depan restroom!
Lalu, acara bergulir datar. Biasa. Ada sambutan-sambutan, kesan dan pesan, ada games (yang kurang greget), ada pemutaran dokumentasi kegiatan (”Insurance Goes to Campus” ternyata jadi primadona). Acara baru berubah hangat ketika Fuad Rahmany (Ketua Bapepam-Lembaga Keuangan Depkeu RI) menggebrak panggung dengan sejumlah lagu lawas, di antaranya “I just call to say I love u”-nya Stevie Wonder dan “Careless Whisper”-nya George Michael. Yang terakhir ini, waduh, bikin saya terpelanting ke puluhan tahun silam. Sampai detik ini, “Careless Whisper” masih merupakan lagu paling memorable buat saya. Lagu ini mengingatkan tahun-tahun ketika saya mulai belajar memetik dawai gitar ….
Semakin malam, Jimbaran Resto semakin hangat. Diawali turunnya Nini Sumohandoyo (Direktur Prudential) dan Teddy Hailansah (direktur ACA) ke lantai, disusul Isa Rahmatarwata (Kabiro Asuransi Depkeu RI), Eveline Pietrusckha dan Eddy Berutu (Ketua dan Sekjen FAPI), lalu menyusul yang lain. Saya sendiri memilih turun dengan Wiwid (Corporate Comm Prudential). Dan tiba-tiba saja, lantai sudah penuh dengan tubuh bergoyang.
“Saya datang, karena saya mendengar orang-orang asuransi itu asyik!” kata Fuad Rahmany.
Mungkin benar, suasana guyub itu sangat terasa. Maski, setahuku, hanya di lingkaran terbatas. Tapi, pada dasarnya momentum seperti ini menyenangkan, karena melalui kepanitian Insurance Day, saya dan sejumlah pelaku di industri asuransi dimungkinkan untuk saling bekerjasama dalam suasana akrab. Jauh dari aroma kompetisi.
Jika ada yang saya sesali dalam kepanitiaan tahun ini, satu-satunya adalah kekeliruan kami memilih partner PR konsultan. Dan saya ikut berkontribusi dalam kekeliruan ini. Meski pemilihan dilakukan melalui mekanisme tender/pitching. Konsultan PR yang mengusung brand besar yang kami pilih ternyata menunjukkan kinerja yang tidak berbanding lurus dengan brand-nya. Ini merupakan pengalaman berharga sekali. Kendati, secara keseluruhan, kepanitiaan kami relatif bergulir lancar dan sukses.
Sayang sekali, Jimbaran tidak bisa saya nikmati sepenuhnya. Wajah suami yang menunggu (sejak beberapa bulan terakhir ini saya memutuskan untuk tidak menggunakan jasa supir) dan kelucuan Sakti menari-nari di depan mata. Memanggil-manggil seluruh naluri keibuan saya. Dengan hanya pamit ke Debie, saya diam-diam menarik diri dari keriuhan di bawah langit malam itu. Menyingkir dari aroma pantai, melarung keinginan untuk berlama-lama menikmati Bali di Ancol.
Potret di halaman ini diambil sesaat setelah pembukaan acara puncak Insurance Day 2007 di Grand Indonesia Jakarta, 28 Oktober 2007 lalu.
Semoga Insurance Day 2008 bisa memberikan hasil yang lebih baik. Sampai jumpa di kepanitian mendatang!***


ya beginilah kalau orang-orang asuransi lagi bahagia. Sayangnya acaranya nggak ngjak-ngajak wartawan yeee. Wartawan kan juga pingin menikmatinya. ???????
hahaha … tahun ini pasti diajakin. tinggal mau atau nggak. tergantung mas charles.