RAMADHAN telah usai. Musim liburan juga telah selesai. Kini masyarakat kembali menjemput rutinitas. Selain harapan tentang ketaqwaan yang meningkat seusai menjalani puasa sebulan penuh, adakah hal lain yang tersisa?
Tentu. Salah satunya, terkait dengan mudik. Mudik ternyata tidak selalu menjadi ajang melepas kangen, bermaaf-maafan. Mudik juga tidak melulu cerita tentang kegembiraan berjumpa sanak famili. Tidak sedikit mengalami sebaliknya: justru menjelma tragedi .
“Mobil saya mengalami kecelakaan di jalur Pantura,” kisah seorang teman. “Untung kami sekeluarga selamat. Hanya mobil saya aja yang ringsek,” sambungnya.
| Posts |
![]() |
Last Comment |
|---|---|---|
| Tentang Saya | 142 | by mustamin on 2010-02-27 07:35:52 |
| ternyata bukan yang terakhir (1) | 12 | by may on 2010-02-26 09:50:15 |
| reruntuhan musim | 1 | by venny on 2010-02-10 02:30:00 |
| gerimis malam | 2 | by venny on 2010-02-10 02:24:17 |
| klaim kok susah? (1) | 1 | by dateline-location on 2010-01-26 03:51:22 |
Cerpen Ryana Mustamin
BETAPA manis senyummu, Lolo. Betapa pulas tidurmu. Kau sedang bermimpi apa, Adikku?
(kolom saya di majalah INFOBANK, edisi khusus “Top 100 Banking & Financial Products”, 2009)
