INI masa-masa orangtua di Indonesia kembali dibetot perhatiannya pada masalah pendidikan. Anak-anak sekolah sebagian tengah menjalani tes kenaikan kelas. Sekolah-sekolah mulai membuka pendaftaran untuk murid baru. Sekolah swasta, bahkan lebih jauh sebelumnya.
Lalu, seperti biasa, pertanyaan seputar asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan kembali mengemuka. “Lebih bagus mana sih?” teman saya yang baru menimang anak bertanya penuh perhatian. Dan Anda tentu bisa menebak jawaban saya. Ya iyalah, secara saya pelaku industri asuransi, tidak mungkinlah saya bilang tabungan pendidikan lebih baik.
Tapi, Anda juga tentu konsumen yang kritis. Tidak serta-merta menelan informasi yang saya sodorkan. Maka, baiklah, saya akan bercerita sedikit tentang ‘binatang apa’ asuransi pendidikan ini.
| Posts |
![]() |
Last Comment |
|---|---|---|
| Tentang Saya | 131 | by Nimas on 2009-06-30 05:32:47 |
| ternyata bukan yang terakhir (3) | 2 | by Ashri on 2009-06-22 12:58:39 |
| klaim kok susah (2) | 1 | by Indra on 2009-06-02 10:12:55 |
| ajb bumiputera 1912: berkomitmen untuk terus menggarap asuransi pendidikan | 8 | by Ryana Mustamin on 2009-05-29 04:59:38 |
| ternyata bukan yang terakhir (1) | 7 | by Ryana Mustamin on 2009-05-02 12:01:52 |
Cerpen Ryana Mustamin
Bandara Cengkareng - Jakarta, 22 tahun silam…
Pagi masih serupa pusara waktu. Kedap, dingin, dan ngelangut. Hanya sedikit denyut di depan ruang tunggu keberangkatan: beberapa orang portir yang belum sepenuhnya menghimpun semangat, seorang backpacker yang lelap di bangku panjang, dan sejumlah mobil yang gigil dilindas gerimis.
(Kolom saya di Majalah INFOBANK edisi 362 - Mei 2009)
PASCA tragedi Situ Gintung – dan tragedi lainnya di Indonesia, perhatian ke industri asuransi selalu saja mengalami peningkatan secara signifikan. Memang tidak sontak membuat semua orang sadar asuransi dan lantas membeli polis. Tapi paling tidak tragedi-tragedi tersebut mendorong keinginan orang untuk mengenal dan memahami apa itu asuransi.
