GA 227, Solo - Jakarta (1)
mungkin ibu lupa pada adonan tart-nya
hingga kembang gula krim meluber menyegala arah
tapi siapa yang menumpahkan kopi,
hingga dapur di balik jendela meruah jelaga?
GA 227, Solo - Jakarta (2)
gemuruh guruh
melenting riuh
tak jelas benar
di dalam atau di luar
atau justru di bilik dada
GA 227, Solo - Jakarta (3)
suaramu masih kusimpan
sesaat sebelum pintu terkatup
kerap kubayangkan
andai suara itu bersemayam di kabin
| Posts |
![]() |
Last Comment |
|---|---|---|
| perkawinan kami, keajaiban sebuah pikiran | 7 | by Ryana Mustamin on 2008-11-18 08:58:00 |
| dongeng buat anil | 4 | by anil on 2008-11-17 08:52:16 |
| GA 227, solo - jakarta | 1 | by Prasetya M. Brata on 2008-11-15 13:11:58 |
| Tentang Saya | 91 | by Badai Dewa on 2008-11-13 12:39:54 |
| ajb bumiputera 1912: berkomitmen untuk terus menggarap asuransi pendidikan | 2 | by Ryana Mustamin on 2008-11-10 03:06:00 |
Pengantar:
Ini salah satu cerpen yang saya buat ketika masih remaja. Dimuat di Majalah Anita Cemerlang (tahun 1988-1989?). Saya dedikasikan untuk ‘Anil Hukma’ - seorang sahabat saya yang juga penyair. Isi cerpen tentu saja tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi Anil - meski beberapa bagian cerpen ini inspirasinya dari Anil. Cerpen ini sekadar buah imajinasi, dan ditulis untuk mengabadikan persahabatan kami. Oya, apa kabar Anil sekarang?
(Sekadar dokumentasi. Wawancara Bisnis Indonesia dengan saya. Disunting dari Harian Bisnis Indonesia, edisi 22 Oktober 2008, dalam rangka memperingati Insurance Day 2008).
